Duhai hatiku yang lembut...
Apa yang kau rasakan saat ini duhai hatiku?
Apakah engkau sedang gelisah?
Apa yang sedang engkau gelisahkan?
Apakah engkau sedang khawatir?
Apa yang sedang engkau khawatirkan?
Duhai hatiku yang lembut...
Jangan engkau menjadi rapuh
Jangan engkau menjadi lemah
Jangan engkau menjadi patah
Duhai hatiku yang lembut...
Apakah engkau sedang marah?
Apa yang sedang engkau marahkan?
Apakah karena tak dibalas sms olehnya sehingga membuat hati menjadi marah?
Apa karena orang itu sedang sibuk sehingga kurang diperhatikan lalu membuat hati menjadi marah?
Sudah kukatakan bahwa sinyal disana kurang bagus.
Sudah kukatakan bahwa jikalau sedang sibuk maka kurang fokus pada komunikasi dengan orang lain.
Sudah kukatakan bahwa orang itu baik-baik saja disana.
Sudah kukatakan bahwa insya Allah selalu ada Allah yang akan menjaga orang itu.
Duhai hatiku yang lembut...
Mampukah engkau menjalani kehidupan yang keras ini?
Ya Allah....
Tetapkanlah hatiku pada jalanMu yang lurus
Tetapkanlah keistiqamahan dalam hatiku
Kuatkanlah hatiku
Hiasilah hatiku dengan keimanan
Berilah hatiku kecintaan dengan keimanan
dan jauhkanlah hati dan ragaku dari kekufuran, kekafiran dan kemaksiatan.
Aamiin ya Allah.
Kamis, 20 Juli 2017
Masih butuh penyesuaian
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Alhamdulillah hari ini cerah dan semoga bisa cerah pada hari-hari berikutnya. Tahu kah engkau kemarin-kemarin yang silam kotaku kota Kendari selalu diselimuti awan mendung dan diguyur hujan yang berkepanjangan dari subuh hingga subuh kembali? Rasanya beraktivitas seperti biasa itu terasa berat. Sudahlah...itu telah berlalu. Jalani hari ini dengan semangat karena hari ini cerah.
Pagi ini kuberangkat ke kampus sendiri. Ketika suami sedang bertugas disini maka ada kalanya berangkat bersama. Namun, jika sedang bertugas di luar kota ya otomatis mesti mandiri dong.
Kalau udah ditinggal jauh dan ini kali pertama lamanya hingga 5 hari, rasa kangennya udah berasa sejak hari pertama. Tak mendapat sms atau tak mendapat teleponan aja sudah gelisah dan galau. Hari ini ditinggal tuk hari kedua. Masih terhitung 3 hari lagi. Sehari aja serasa seminggu, seminggu serasa sebulan, sebulan serasa setahun, apalagi setahun owalah serasa lama sekali. Ampun deh... Tapi kan saya mesti sabar. Kangen itu kan bumbu-bumbu dalam berkeluarga. Namanya juga baru pacaran dan berkenalan. Hari ini terhitung 2 bulan lebih 6 hari. Ini waktu masih singkat jika dibandingkan dengan orang tua dengan usia pernikahan hingga puluhan tahun lamanya. Ya semoga pernikahan kami kekal hingga ke JannahNya dan menjadi kekasih dunia akhirat. Aamiin.
Alhamdulillah, hari ini dapat undangan nikahan teman tuk kedua kalinya dengan tidak menuliskan namaku di undangan tersebut tetapi nama suami. Agaknya saya masih kaku dan belum terbiasa. Saya masih butuh waktu sedikit lama untuk menyakinkan bahwa undangan itu diperuntukkan padaku. Undangan tersebut telah kubagi pada suami via wa. Ya semoga saja kami bisa berangkat bersama. Namun, jika pada hari yang ditetapkan sang suami belum jua pulang maka dengan berlapang hati kesana sendiri atau bersama teman lainnya. Tak mengapa lah, yang penting menghadiri undangan sahabat baikku. Bagi calon pengantin, semoga jadi keluarga sakinah, mawaddah warahmah serta begitupun dengan kami. aamiin.
Semoga Allah senantiasa menghiasi hati-hati kita dengan keimanan, diberikan kecintaan dengan keimanan dan dihindarkan dari kekufuran, kekafiran dan kemaksiatan. aamiin.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Alhamdulillah hari ini cerah dan semoga bisa cerah pada hari-hari berikutnya. Tahu kah engkau kemarin-kemarin yang silam kotaku kota Kendari selalu diselimuti awan mendung dan diguyur hujan yang berkepanjangan dari subuh hingga subuh kembali? Rasanya beraktivitas seperti biasa itu terasa berat. Sudahlah...itu telah berlalu. Jalani hari ini dengan semangat karena hari ini cerah.
Pagi ini kuberangkat ke kampus sendiri. Ketika suami sedang bertugas disini maka ada kalanya berangkat bersama. Namun, jika sedang bertugas di luar kota ya otomatis mesti mandiri dong.
Kalau udah ditinggal jauh dan ini kali pertama lamanya hingga 5 hari, rasa kangennya udah berasa sejak hari pertama. Tak mendapat sms atau tak mendapat teleponan aja sudah gelisah dan galau. Hari ini ditinggal tuk hari kedua. Masih terhitung 3 hari lagi. Sehari aja serasa seminggu, seminggu serasa sebulan, sebulan serasa setahun, apalagi setahun owalah serasa lama sekali. Ampun deh... Tapi kan saya mesti sabar. Kangen itu kan bumbu-bumbu dalam berkeluarga. Namanya juga baru pacaran dan berkenalan. Hari ini terhitung 2 bulan lebih 6 hari. Ini waktu masih singkat jika dibandingkan dengan orang tua dengan usia pernikahan hingga puluhan tahun lamanya. Ya semoga pernikahan kami kekal hingga ke JannahNya dan menjadi kekasih dunia akhirat. Aamiin.
Alhamdulillah, hari ini dapat undangan nikahan teman tuk kedua kalinya dengan tidak menuliskan namaku di undangan tersebut tetapi nama suami. Agaknya saya masih kaku dan belum terbiasa. Saya masih butuh waktu sedikit lama untuk menyakinkan bahwa undangan itu diperuntukkan padaku. Undangan tersebut telah kubagi pada suami via wa. Ya semoga saja kami bisa berangkat bersama. Namun, jika pada hari yang ditetapkan sang suami belum jua pulang maka dengan berlapang hati kesana sendiri atau bersama teman lainnya. Tak mengapa lah, yang penting menghadiri undangan sahabat baikku. Bagi calon pengantin, semoga jadi keluarga sakinah, mawaddah warahmah serta begitupun dengan kami. aamiin.
Semoga Allah senantiasa menghiasi hati-hati kita dengan keimanan, diberikan kecintaan dengan keimanan dan dihindarkan dari kekufuran, kekafiran dan kemaksiatan. aamiin.
Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
Akad Nikah @ Gedung Grand Awani pada 14 Mei 2017
Resepsi Pernikahan @ Gedung Grand Awani pada 14 Mei 2017
Keluarga Besar La Karimuna
Orang tua kami
Rabu, 07 Juni 2017
Wahai Orang Asing Yang Kini Kucinta
Wahai orang
asing
Siapakah
dirimu itu?
Engkau
datang bagaikan malaikat yang turun dari langit
Maka
benarlah malaikat satu ini tak memiliki sayap
Wahai orang
asing
Hingga saat
ini aku belum begitu mengenalmu
Namun Engkau
berhasil merajai hati dan pikiranku
Wahai orang
asing
Sentuhan
tulus dari tanganmu membuatku selalu merasa malu
Membuatku
menjadi ratu yang selalu siap dilindungi oleh rajanya
Wahai orang
asing
Sejak ijab
kabul yang Engkau ucapkan di depan waliku maka sejak saat itu detak jantungku
tak beraturan
Sejak saat
itu kita berdua menjadi saling bertanggungjawab dunia-akhirat
Wahai orang
asing
Walau
hadirmu di sisiku membutuhkan banyak perjuangan
Namun Engkau
tak gentar menghadapi tantangan dan rintangan itu
Di situlah
kuyakin bahwa Engkau layak untuk diperjuangkan
Bahkan kali
pertama Engkau memberanikan bertemu dengan Ayahku pun sudah memberikan point
plus untukmu
Wahai orang
asing
Sungguh
Engkau berbeda dengan orang-orang yang kukenal berkesudahan
Engkau mampu
membuktikan bahwa dirimulah yang pantas untuk mendampingiku untuk selamanya
Engkau
berhasil mengalahkan orang-orang yang banyak cakap, janji dan bualan di luar
sana
Engkau
tampil apa adanya dan sederhana, namun mampu meyakinkan orang tuaku
Wahai orang
asing
Tahukah
engkau ketika 2 hari menjelang hari pernikahan kita?
Kutak berani
melihat wajahmu, bahkan suaramu pun berasa sangat berbeda dari biasanya
Rasanya ada
yang menggelitik di hati tapi tetap kutampikkan karena kupahami bahwa saat itu
engkau belum halal bagiku
Wahai orang
asing
Kini kita
berdua telah halal
Maka marilah
kita bersama-sama menggapai ridho dan berkahNYA
Marilah kita
berusaha menjadi hamba-hamba yang selalu mencintaiNYA dan RasulNYA di atas
segalanya
Wahai orang
asing yang kini menjadi suamiku
Maafkan aku
yang masih belajar menjadi istrimu yang terbaik
Maafkan aku
dengan segala kekuranganku
Maafkan aku
dengan segala kesilapanku
Wahai orang
asing
Kini
kuberani menatap wajahmu
Sungguh
sangat berbeda ketika usai ijab kabul hari itu
Wahai orang
asing
Kini kuyakin
bahwa AKU MENCINTAIMU KARENA ALLAH
Marilah kita
mengarungi samudera kehidupan ini dengan sebaik-baik petunjuk dariNYA
Hingga nanti
kitapun dipertemukan olehNYA di dalam surgaNYA dan menjadi pasangan kekasih
dunia akhirat.
Ya Allah istiqamahkanlah
kami di jalanMU yang lurus yakni jalannya orang-orang beriman yang Engkau beri
petunjuk
Hiasi diri
kami dengan keimanan dan ketakwaan
Berikan kami
kecintaan pada keimanan dan ketakwaan
Dan
panggillah kami kembali ke haribaanMU dalam keadaan khusnul khatimah.
Aamiin Allahumma
aamiin.
Menghadiri undangan nikahan pertama dengan sang suami di kampung suami Torobulu Konsel
Semoga samawa selalu. aamiin.
Kamis, 16 Februari 2017
Wanita yang Aduannya Didengar Allah dari Langit Ketujuh
Penyusun: Ummu Sufyan
Beliau adalah Khaulah binti Tsa’labah bin Ashram bin Fahar
bin Tsa’labah Ghanam bin Auf. Suaminya adalah saudara dari Ubadah bin Shamit,
yaitu Aus bin Shamit bin Qais. Aus bin Shamit bin Qais termasuk sahabat
Rasulullah yang selalu mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
dalam peperangan, termasuk perang Badar dan perang Uhud. Anak mereka bernama
Rabi’.
Suatu hari, Khaulah binti Tsa’labah mendapati suaminya
sedang menghadapi suatu masalah. Masalah tersebut kemudian memicu kemarahannya
terhadap Khaulah, sehingga dari mulut Aus terucap perkataan, “Bagiku,
engkau ini seperti punggung ibuku.” Kemudian Aus keluar dan duduk-duduk
bersama orang-orang. Beberapa lama kemudian Aus masuk rumah dan ‘menginginkan’
Khaulah. Akan tetapi kesadaran hati dan kehalusan perasaan Khaulah membuatnya
menolak hingga jelas hukum Allah terhadap kejadian yang baru pertama kali
terjadi dalam sejarah islam (yaitu dhihaar). Khaulah berkata, “Tidak…
jangan! Demi yang jiwa Khaulah berada di tangan-Nya, engkau tidak boleh
menjamahku karena engkau telah mengatakan sesuatu yang telah engkau ucapkan
terhadapku sampai Allah dan Rasul-Nya memutuskan hukum tentang peristiwa yang
menimpa kita.”
Kemudian Khaulah keluar menemui Rasulullah shallallahu
‘alaihi wa sallam untuk meminta fatwa dan berdialog tentang peristiwa
tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami
belum pernah mendapatkan perintah berkenaan dengan urusanmu tersebut… aku tidak
melihat melainkan engkau sudah haram baginya.” Sesudah itu Khaulah
senantiasa mengangkat kedua tangannya ke langit sedangkan di hatinya tersimpan
kesedihan dan kesusahan. Beliau berdo’a, “Ya Allah sesungguhnya aku mengadu
tentang peristiwa yang menimpa diriku.” Tiada henti-hentinya wanita ini
ini berdo’a hingga suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
pingsan sebagaimana biasanya beliau pingsan tatkala menerima wahyu. Kemudian
setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sadar, beliau
bersabda, “Wahai Khaulah, sungguh Allah telah menurunkan ayat Al-Qur’an
tentang dirimu dan suamimu.” kemudian beliau membaca firman Allah yang
artinya, “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang
mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada
Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah
Maha Mendengar lagi Maha Melihat…..” sampai firman Allah: “Dan bagi
orang-orang kafir ada siksaan yang pedih.” (QS. Al-Mujadalah:1-4)
Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam
menjelaskan kepada Khaulah tentang kafarah dhihaar, yaitu memerdekakan budak,
jika tidak mampu memerdekakan budak maka berpuasa dua bulan berturut-turut atau
jika masih tidak mampu berpuasa maka memberi makan sebanyak enam puluh orang
miskin.
Inilah wanita mukminah yang dididik oleh islam, wanita yang
telah menghentikan khalifah Umar bin Khaththab saat berjalan untuk memberikan
wejangan dan nasehat kepadanya. Dalam sebuah riwayat, Umar berkata, “Demi
Allah seandainya beliau tidak menyudahi nasehatnya kepadaku hingga malam hari
maka aku tidak akan menyudahinya sehingga beliau selesaikan apa yang dia
kehendaki, kecuali jika telah datang waktu shalat maka saya akan mengerjakan
shalat kemudian kembali untuk mendengarkannya hingga selesai keperluannya.”
Alangkah bagusnya akhlaq Khaulah, beliau berdiri di hadapan
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berdialog untuk meminta
fatwa, adapun istighatsah dan mengadu tidak ditujukan melainkan hanya kepada
Allah Ta’ala. Beliau berdo’a tak henti-hentinya dengan penuh harap, penuh
dengan kesedihan dan kesusahan serta penyesalan yang mendalam. Sehingga do’anya
didengar Allah dari langit ketujuh.
Allah berfirman yang artinya, “Berdo’alah kepada-Ku,
niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan
diri dari beribadah (berdo’a) kepada–Ku akan masuk neraka Jahannam dalam
keadaan hina dina.” (QS. Al-Mu’min: 60)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga
bersabda yang artinya, “Sesungguhnya Rabb kalian Yang Maha Suci lagi Maha
Tinggi itu Maha Malu lagi Maha Mulia, Dia malu terhadap hamba-Nya jika
hamba-Nya mengangkat kedua tangannya kepada-Nya untuk mengembalikan keduanya
dalam keadaan kosong (tidak dikabulkan).” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan
Ibnu Majah)
Hikmah
Tidak setiap do’a langsung dikabulkan oleh Allah. Ada
faktor-faktor yang menyebabkan do’a dikabulkan serta adab-adab dalam berdo’a,
diantaranya:
- Ikhlas karena Allah semata adalah syarat yang paling utama dan pertama, sebagaimana firman Allah yang artinya, “Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya).” (QS. Al-Mu’min: 14)
- Mengawali do’a dengan pujian dan sanjungan kepada Allah, diikuti dengan bacaan shalawat atas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan diakhiri dengan shalawat lalu tahmid.
- Bersungguh-sungguh dalam memanjatkan do’a serta yakin akan dikabulkan. Sebagaimana yang dilakukan oleh Khaulah binti Tsa’labah radhiyallahu ‘anha.
- Mendesak dengan penuh kerendahan dalam berdo’a, tidak terburu-buru serta khusyu’ dalam berdo’a.
- Tidak boleh berdo’a dan memohon sesuatu kecuali hanya kepada Allah semata.
- Serta hal-hal lain yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Selain hal-hal di atas, agar do’a kita terkabul maka
hendaknya kita perhatikan waktu, keadaan, dan tempat ketika kita berdo’a.
Disyari’atkan untuk berdo’a pada waktu, keadaan dan tempat yang mustajab untuk
berdo’a. Ketiga hal tersebut merupakan faktor yang penting bagi terkabulnya
do’a. Diantara waktu-waktu yang mustajab tersebut adalah:
- Malam Lailatul qadar.
- Pertengahan malam terakhir, ketika tinggal sepertiga malam yang akhir.
- Akhir setiap shalat wajib sebelum salam.
- Waktu di antara adzan dan iqomah.
- Pada saat turun hujan.
- Serta waktu, keadaan, dan tempat lainnya yang telah diberitakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Semoga Allah memberikan kita taufiq agar kita semakin
bersemangat dan memperbanyak do’a kepada Allah atas segala hajat dan masalah
kita. Saudariku, jangan sekali pun kita berdo’a kepada selain-Nya karena tiada
Dzat yang berhak untuk diibadahi selain Allah Subhanahu wa Ta’ala dan janganlah
kita berputus asa ketika do’a kita belum dikabulkan oleh Allah. Wallahu
Ta’ala a’lam.
Maraji’:
- Wanita-wanita Teladan di Masa Rasulullah (Pustaka At-Tibyan)
- Do’a dan Wirid (Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawaz – Pustaka Imam Syafi’i)
Artikel www.muslimah.or.id
05/10/2013 @ Kebun Raya Bogor Taman Anggrek
Hikmah di Balik Lagu
Jangan Jatuh Cinta
Disini pernah ada rasa simpati
Disini pernah ada rasa mengagumi,
rasa ingin memilikimu, memasukanmu ke dalam hati ini jadi penghuni
Mencoba berlindung di balik fitrahnya
hati
Untuk mencari pembenaran diri
Namun ternyata semua hanya mainan
nafsu untuk memburu cinta yang semu
Aku tertipu.....
Tuhanku berikanku cinta yang KAU
titipkan bukan cinta yang pernah ku tanam
Aku ingin rasa cinta ini masih menjadi
cinta perawan
Cinta yang hanya aku berikan saat
ijab kabul telah tertunaikan
Tuhanku berikanku cinta yang KAU titipkan bukan
yang pernah ku tanam pada seseorang...
08/06/2014 @ Kamar kosan Mba Kiki, Bogor.
Senin, 02 Januari 2017
TAKLIM TARBAWI
Pemateri: Ust. Amiruddin Rahim
Ahad, 1/1/2017 @ Masjid Hikmah
TAKWA
Kitab Minhajul 'Abidin membahas mengenai tentang TAKWA. Makna takwa yang dikandung dalam kitab tersebut bermakna:
- berhati-hati dalam menjalani kehidupan
- "bertakwalah dimanapun kita berada"
- Dalam sebuah kisah ketika Ali bin Abi Thalib yang saat itu menjabat sebagai khalifah dan di dalam pertemuan itu materi dibawakan oleh Abu Sufyan. Lalu Ali bin Thalib bertanya pada Abu Sufyan, yaitu "Apakah takwa itu?". Kemudian Abu Sufyan menjawab: sesungguhnya yang bertanya lebih tahu daripada yang ditanya. Tetapi Ali bin Thalib kembali menjawab bahwa "memang benar saya tahu mengenai itu namun saya ingin agar pemahamanku lebih dalam tentang takwa". Abu Sufyan pun menjelaskan bahwa" takwa itu ibarat berjalan di antara duri-duri yang dengannya sehingga kita akan berhati-hati agar tidak menginjak atau terkena duri itu". Seperti inilah makna takwa. Dari kisah ini kita pun dapat mengambil pelajaran bahwa walaupun seorang Ali bin Abi Thalib menjabat sebagai pemimpin atau khalifah ketika itu namun tidak lantas membuat beliau sombong untuk tidak belajar dari seorang Abu Sufyan. Abu Sufyan memiliki kecerdasan yang luar biasa, bahkan dapat dikatakan bahwa kecerdasan beliau dapat mengalahkan kecerdasan seorang Ali bin Abi Thalib. Yang mana sama-sama kita ketahui bahwa Ali bin Abi Thalib merupakan seorang sahabat Rasulullah yang terkenal dengan kecerdasan beliau.
- Jadikan takwa sebagai kulit bukan sebagai pakaian karena kulit itu akan selalu berada dimana pun kita berada. Kalau pakaian akan berbeda tergantung tempat kita berada misalnya ketika kita berada di ruang tamu berbeda bajunya ketika masuk wc dan ketika akan tidur.
- Jika kita sudah terlanjur melakukan pelanggaran maka ikutilah perbuatan buruk tersebut dengan perbuatan baik sehingga dengan begitu perbuatan buruk dapat terhapuskan oleh perbuatan baik.
- Tidak ada harta, ilmu pun tiada. Ketika orang ini melihat orang kaya maka ia pun menjadi berangan-angan bahwa ketika ia menjadi kaya maka ia akan melakukan hal yang sama seperti orang kaya tersebut. Akan tetapi, kenyataannya ia adalah orang miskin dan tidak memiliki ilmu.
- Tidak ada harta namun memiliki ilmu. Ketika orang ini melihat orang kaya maka ia mulai berangan-angan bahwa ketika ia menjadi kaya maka ia akan melakukan hal yang lebih baik dibanding orang kaya tersebut.
Hati-hati sebagai makna takwa artinya adalah:
- Hati-hati dalam memilih teman.
- Teman setia akan menjadi musuh di akhirat kelak jika tidak dilandasi takwa, namun jika teman setia berlandaskan takwa maka dialah yang akan menjadi teman yang paling baik bahkan hingga membawa kita masuk ke dalam jannahNYA. Seekor anjing yang berteman dengan manusia dalam surah Al Kahfi pun bisa menjadi penghuni surga karena majikannya adalah orang yang sholeh, apatah lagi kita sebagai manusia yang memiliki peluang besar untuk berteman dengan orang-orang baik.
- Tidak boleh bertawadhu di depan orang sombong, tetapi bersikap lebihlah pada orang sombong tersebut agar dapat dikalahkan atau ditaklukan.
- Disinilah kita belajar bahwa betapa pentinga memiliki teman dengan kategori Grade 1. Karena dengan teman seperti ini maka akan selalu mengingatkan kita untuk dekat kepadaNYA.
- Menghindari majelis-majelis yang melalaikan seperti kelompok menggosip, balas-balasan chatingan yang tidak bermanfaat dan masih banyak lainnya.
"Memilih teman yang bisa saling mengingatkan dalam kebaikan dan kebenaran".
"Memilih teman yang mau menerima tetapi ia tak mampu mengajak pada ketakwaan. Teman seperti ini dapat menjadi objek dakwah kita".
"Teman yang menyebabkan kerusakan. Teman yang membuat kita menjadi jauh dengan Allah, teman yang membuat kita menjadi telat sholat karena sibuk bercerita dengannya, teman yang tidak membawa kemanfaatan bagi kita, hanyalah membawa kerugian semata. Kategori teman seperti inilah yang patut untuk dihindari".
Oleh karena itu, ketika kita ingin mengetahui bagaimana sebenarnya seseorang maka bisa dilihat dari dengan siapa ia berteman.
- Berhati-hati dalam meninggalkan sunnah Rasul walaupun itu bukan kewajiban
Jika tak sanggup untuk melaksanakan sunnah yang banyak maka pilihlah ibadah sunnah unggulan dimana ibadah ini yang paling cocok dengan kondisi kita, misalnya: sholat qiyamul Lail, mengaji di akhir malam, selalu memberi salam dan sebagainya.
Ada suatu kisah, seorang sahabat Rasulullah suka sekali pergi ke pasar. Namun kepergiannya ke pasar bukan untuk belanja. Tetapi untuk memberi salam. Jadi tiap kali beliau bertemu orang mulai dari pintu masuk maka beliau akan memberi salam hingga beliau keluar dari pasar.
- Berhati-hati dalam mengonsumsi
- Waktu, tenaga dan pikiran yang digunakan tidak secara berlebihan
- Hendaknya setiap orang memperhatikan pada apa yang dimakan dengan memastikan halal dan haram serta menjauhi hal-hal subhat.
- Semua nikmat yang diberikan olehNYA maka akan dimintai pertanggungjawaban di hadapanNYA.
- Berhati-hati dalam menilai orang lain
- Pada Allah maka kita harus berprasangka baik.
- Pada orang beriman maka kita harus berprasangka baik pula
- Pada diri sendiri harus berburuk sangka (su'udzan) karena dengan begitu akan timbu kekhawatiran dalam diri sehingga merasa tidak cukup atas amalan-amalan baik yang dilakukan dan akan menyebabkan kebaikan-kebaikan itu akan terus tumbuh.
- Pada orang kafir harus su'udzan sebelum membuktikan dia itu orang baik atau tidak.
- Berhati-hati dalam mendapatkan keberuntungan
- Terjebak menjadi orang sukses dan beruntung tidak lantas membuat kita terlena dan lupa diri.
Foto ini diambil tanggal 1/1/2017
Minggu, 01 Januari 2017
Temu Tokoh
Pemateri: Ibu Yeni Rahman (Aleg DPRD Kota Makassar)
Rabu, 28 Desember 2016 @ Masjid Ar Rasul
Peran Perempuan dalam Parlemen Pemerintah
- Perempuan memiliki pengaruh yang besar karena perempuan itu dapat mempengaruhi banyak orang terutama anak dan suaminya.
- Perempuan harus maju di parlemen karena dengan begitu akan ada yang mewakili perempuan. Sebab yang mengerti perempuan ya perempuan itu sendiri.
- Motivasi dari sang suami kepada beliau ketika maju sebagai perwakilan fraksi PKS adalah "kalau anda tidak menjadi ALEG maka tiada yang akan mewakili dapil tempat ini". Lantas dibalas oleh beliau atas pernyataan tersebut, bagaimana dengan rezeki keluarga kita? Lalu sang suami menjawab kembali: "Rezeki itu Allah yang atur jadi tiada yang perlu dikhawatirkan".
- Salah satu keuntungan anggota parlemen adalah kita memiliki persentase walau itu kecil sekitar 10% dari 100% untuk mendapat pelayanan lebih diluar jalur normal sehingga pelayanan akan lebih cepat dari biasanya. Walaupun tetap kecil tetapi dapat dimanfaatkan dengan baik terutama ditujukan bagi keluarga, tetangga, struktur partai dan sebagainya. Tak hanya itu, banyak hal lain misalnya dalam BPKK, KESRA yang dapat berkesinambungan dengan program pemerintah karena kita sudah memiliki link dan mengandalkan status dan kuasa kita sebagai anggota legislatif.
- Hal yang perlu diperhatikan lainnya adalah ketika kader itu berasal dari eksternal, dengan kelemahan adalah orang eksternal cenderung takut dengan struktur. Oleh karena itu, dari struktur mesti memiliki aturan pada eksternal, selalu dekat dengan eksternal, dan sedikit memberi pressure agar tetap ada dalam keterlibatan partai. Selain itu, komunikasi antara struktur dan eksternal harus tetap lancar.
ALLAH AKAN MEMBERIKAN REZEKI YANG BANYAK JIKA KITA YAKIN ATAS REZEKI-NYA
Strategi dalam langkah menguatkan eksistensi kita dalam dakwah di masyarakat adalah sebagai berikut:
- Punya tim inti. Tim inti ini dapat beranggotakan orang-orang yang memang dekat dengan kita dan memiliki pemikiran, visi dan misi yang sama, terutama orang yang paling bisa dipercaya dan amanah,
- Dukungan dari keluarga. Meyakinkan keluarga bahwa kita layak menjadi Anggota Legislatif (ALEG), sehingga didukung bahkan dimotivasi oleh keluarga. Bahkan ketika kita kekurangan dana maka keluarga dapat menopang kita dengan bahasa cerdas dari beliau: "kalau saya menang dalam pemilihan aleg ini maka uangnya akan saya ganti. Namun, ketika saya kalah maka tiada yang diganti alias diputihkan". Keluarga beliau sempat terkejut namun ternyata dengan kasih sayang mereka maka keluarga beliau bersedia untuk membantu.
- Mendirikan basis. Basis ini tak perlu selektif mesti memilih ini, harus begini dan harus begitu. Tetapi, basis ini boleh dari golongan apa saja, baik golongan hitam apalagi golongan putih.
- Jangan pernah memperlihatkan adanya pilih kasih atau mengistimewakan salah satu tim atau basis. Bertindaklah adil dan solidkan tim-tim tersebut. Dengan melihat cara kerja kedua basis yang berbeda maka tiada yang saling mencampuri sehingga jalan masing-masing namun tetap dikoordinasi oleh kita.
- Punya keunggulan berupa kapasitas yang mantap dan nilai jual yang besar. Terutama bagi ALEG perempuan yang dimana ALEG-ALEG itu didominasi oleh laki-laki, maka tentu saja ALEG perempuan disini bukanlah orang yang sembarang tapi patut untuk diperhitungkan.
- Punya agenda atau jadwal yang jelas dalam kunjungan-kunjungan karena dengan begitu kita termotivasi dan memiliki manajemen serta memudahkan sosialisasi.
- Mengatur strategi di hari pemilihan. Hari pemilihan inilah yang rawan dengan permainan "serangan fajar", waktu yang bisa dimanfaatkan sebelum pemilih masuk ke tempat pemilihan. Oleh karena itu, saksi yang ditunjuk merupakan saksi yang dapat dipercaya dan kuat. Saksi disini dapat berasal dari kader. Karena umumnya kader dapat diketahui asal usulnya dan insya Allah AMANAH.
- Punya orang dalam yang amanah di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Di KPU pun masih bisa ada permainan dan rawan sehingga dengan adanya orang dalam maka dapat dijaga dengan baik.
Agar dapat diperhitungkan sebagai ALEG maka mesti:
MEMPERLIHATKAN KINERJA YANG MAKSIMAL.
Jangan pernah ada dalam hati bahwa partai ini besar karena keberadaan kita di dalamnya tetapi dengan memperlihatkan kinerja. Selain itu, mempersiapkan diri atas sesuatu hal yang tidak sesuai dengan keinginan karena akan ada yang lebih besar yang baik untuk kita. Apalagi semua yang dilakukan karena ikhlas kepada ALLAH.
Apa yang kita lakukan sebagai wakil parlemen adalah
UNTUK DAKWAH SEBAGAI BUKTI KECINTAAN KITA KEPADA DAKWAH.
Langganan:
Postingan (Atom)




