Kamis, 15 Oktober 2015

Surat Untuk Kakak Cantik

Surat ini kubuat dalam semalam ketika hari berada di penghujung waktu dan mata telah mengantuk. Walaupun surat yang ada ini tidak sama persis dengan aslinya yang bertuliskan tangan.



09 Oktober 2015
@Wisma Amanda Putri Perwira 48 Kec. Badoneng Kampus IPB Darmaga Kab. Bogor

Bismillahirrahmanirrahim

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Salam manis dari adinda Rahmah. Hehe... Kakak, bagaimana dengan tempat barunya? Bagaimana dengan hadiahnya? Sekiranya barangnya tak seberapa kak tapi setidaknya bisa dipakai dimana aja, pakai di kosan boleh, pakai keluar jalan-jalan pun boleh. Sengaja saya pilihin yang warna krim karena memang warna itu cocok tuk kakak. Jadi kelihatan cerah loh wajahnya. Hehe...
Nah, melalui surat ini akan kucurahkan isi hatiku. Walaupun cuman beberapa sih. Hihihi... Saya pun tak tahu ya kak apakah masih bisa bersua kakak lagi atau setidaknya hadir dalam pernikahan kakak nanti. Karena setelah urusan disini telah selesai maka saya akan balik ke Kendari, mungkin bulan November. Mungkin pertemuan pada tanggal 10 Oktober 2015 tepatnya hari sabtu merupakan hari pertemuan terakhir. Tapi, saya sangat berharap dan berdo’a kepada Ilahi Rabbi bahwa itu bukanlah pertemuan terakhir kita namun masih akan ada lagi pertemuan-pertemuan ke depannya. Aamiin.
Saya pun tak lupa mendo’akan bahwa rencana pernikahan kakak dengan bang Goval dapat terlaksana dengan lancar, full barokah dan selalu dimudahkan. Aamiin.
Saya sangat bersyukur bisa bertemu kakak di Bogor tepatnya di kosan perwira 48. Tetangga kamar yang keren. Hihi... Takdirlah yang mempertemukan kita dan banyak hal yang dapat saya pelajari dari kakak. Sebenarnya, saya cukup tersadar ketika sore tadi kakak mengatakan bahwa kakak tidak mau dibuatkan SK Dosen Tetap disana karena wanita itu kan mesti ngikut pada suami. Dari sini, bisa terbaca bahwa betapa besar rasa cinta dan sayang kakak pada suami kakak nanti bahkan pengorbanan yang besar pun akan rela diberikan nantinya.

Saya suka lucu ketika melihat kebiasaan unik kakak yaitu suka lupa pada suatu hal ketika pergi ke kampus. Jadinya setelah keluar dari kosan, eh masuk lagi tuk ngambil yang kelupaan. Ada kebiasaan baru dari kakak yaitu menerima telepon alias on air hingga tengah malam dengan si abang. Hihihi... Tentunya saya tak nguping loh kak, takuut...sereemm... masalah orang dewasa soale. Hahaha...

Saya tak menyangka jika ini terjadi begitu cepat. Kita telah dituntut untuk memilih jalan hidup kita masing-masing. Kita telah cukup lama ditempa di almamater tercinta kita yaitu Institut Pertanian Bogor (IPB). Walaupun bisa dihitung masa studiku selama di IPB tidak cukup lama jika dibanding dengan kakak yang telah S1 di IPB.
Saya berharap kakak bisa baik-baik disana, rezeki lancar, selalu sehat, punya banyak teman dan semua urusan lancar dan sukses. Aamiin.

Mohon maaf ya kak jika pernah ada salah kata, salah sikap, salah respon dan salah-salah jenis lainnya. Mohon maaf ya. Mohon maaf jika kadang saya suka tertawa sendiri, diam sendiri, ngomong sendiri, aneh sendiri, yang penting kakak tidak ikutan aneh aja ya. Haha... Mohon maaf jika tulisan saya ala kadarnya. Kata-kataku pun kurang teratur tapi sekiranya makna tulisannya bisa dipahami lah ya. Kuharap komunikasi kita tetap jalan ya, takkan terhenti ataupun putus. You’re the best.
KAKAK, SAYA AKAN MERINDUKANMU. KISS BY 2015x.... ^_^
Love you kak.

Surat untuk ka Medal Lintas Perceka yang berangkat ke Tanjung Pinang dan mengajar di Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) jurusan Teknologi Hasil Perikanan di Fakultas Perikanan. Sukses ya kakak. 

Jumat, 25 September 2015

Idul Adha 1436 H

Happy 'Ied Adha Mubarrak 1436 H/24 September 2015 @ Bogor

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Bismillahirrahmanirrahim
Alhamdulillah wa syukurillah bisa menikmati indahnya berhari raya Idul Adha bersama keluarga baru kosan perwira 48. Yang kutahu persis adalah mereka merupakan orang-orang luar biasa dan akan menjadi orang-orang hebat. Aamiin.
Sudah kali ke-tiga saya tak berlebaran bersama keluarga inti sejak tahun 2013, sekarang sudah masuk 2015  dan  sebentar lagi akan memasuki tahun 2016.
Yang kurang menyenangkan adalah saya tidak dapat sholat'Ied-nya karena sedang berhalangan dan itu adalah hari terakhir. Sedih tapi saya tetap datang ke tempat sholat untuk mendengarkan ceramah. Imam dan penceramahnya adalah orang yang sama yaitu Ustadz Sholahuddil El Ayyoubi, Lc, MA (Dosen Program Studi Ekonomi Syariah).  Beliau membawakan materi yang luar biasa penuh hikmah dan menceritakan kisah nabi Ibrahim dan nabi Ismail yang syarat dengan keimanan, keikhlasan dan ketaatan kepada Allah Subhanahu Wata'ala. Seorang nabi Ibrahim mendapatkan wahyu melalui mimpi dari Allah Subhanahu Wata'ala untuk menyembelih anaknya yaitu nabi Ismail. Kemudian hal ini diceritakan kepada nabi Ismail terkait mimpi beliau tersebut. Jawaban dari seorang anak muda yang cerdas dan taat ini yang merupakan anak yang sangat diidam-idamkan kehadirannya adalah demi Allah saya menerima perintah Allah dengan menyembelihku, janganlah engkau ayah menatap mataku bahkan wajahku karena khawatir engkau ayah akan ragu olehnya itu telungkupkan lah aku, tajamkanlah pisaumu ayah, pakailah pakaian dan sedikit menjauh agar tidak terkena kibasan darahku dan berikanlah beberapa pakaianku kepada Ibuku untuk mengobati kerinduanya kepadaku. Ketika nabi Ibrahim akan menyembelih anaknya tersebut, belum sampai pisau mengenai leher anaknya maka diubahlah dengan seekor domba sehingga selamatlah nabi Ismail. Begitulah ujian yang diberikan Allah Subhanahu Wata'ala kepada hambaNYA untuk mengetahui sejauh mana kecintaan mereka kepada Allah Subhanahu Wata'ala.
Sesungguhnya harta dan jiwa orang-orang  mukmin telah dibeli oleh Allah Subhanahu Wata'ala dan digantikan dengan surgaNYA. Bahkan Allah mengisyaratkan bahwa manakah yang lebih engkau cintai hartamu, keluargamu dan barang-barang yang engkau takut akan hilang dan berkurang sedikitpun lebih dicintai dibandingkan dengan Allah Subhanahu Wata'ala.
Allah tidak menerima daging dan darah kurban yang dimiliki melainkan ketaatan, keikhlasan dan keimanan hambaNYA kepada Allah-lah yang utama.
Semoga kita menjadi hamba-hamba yang selalu menjalankan perintahNYA dan menjauhi laranganNYA, meningkatkan keikhlasan, keimanan dan ketaatan kepadaNYA serta meninggal dalam jihad di jalanNYA dalam keadaan khusnul khotimah. Aamiin.

Sunnah di hari raya:
1. Mandi sebelum shalat Id
2. Memakai pakaian yang terbaik
3. Makan sebelum shalat Idul Fitri dan tidak makan hingga kembali dari shalat Idul Adha
4. Berbeda jalan menuju dan pulang dari tempat shalat
5. Jalan kaki menuju lapangan shalat Id
6. Bertakbir menuju tempat shalat
7. Mengucapkan tahni'ah: Taqabalallahu minna wa minkum
8. Tidak berpuasa di hari raya
9. Menyembelih kurban setelah shalat Idul Adha