Kamis, 16 Februari 2017

Wanita yang Aduannya Didengar Allah dari Langit Ketujuh



Penyusun: Ummu Sufyan

Beliau adalah Khaulah binti Tsa’labah bin Ashram bin Fahar bin Tsa’labah Ghanam bin Auf. Suaminya adalah saudara dari Ubadah bin Shamit, yaitu Aus bin Shamit bin Qais. Aus bin Shamit bin Qais termasuk sahabat Rasulullah yang selalu mengikuti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam peperangan, termasuk perang Badar dan perang Uhud. Anak mereka bernama Rabi’.

Suatu hari, Khaulah binti Tsa’labah mendapati suaminya sedang menghadapi suatu masalah. Masalah tersebut kemudian memicu kemarahannya terhadap Khaulah, sehingga dari mulut Aus terucap perkataan, “Bagiku, engkau ini seperti punggung ibuku.” Kemudian Aus keluar dan duduk-duduk bersama orang-orang. Beberapa lama kemudian Aus masuk rumah dan ‘menginginkan’ Khaulah. Akan tetapi kesadaran hati dan kehalusan perasaan Khaulah membuatnya menolak hingga jelas hukum Allah terhadap kejadian yang baru pertama kali terjadi dalam sejarah islam (yaitu dhihaar). Khaulah berkata, “Tidak… jangan! Demi yang jiwa Khaulah berada di tangan-Nya, engkau tidak boleh menjamahku karena engkau telah mengatakan sesuatu yang telah engkau ucapkan terhadapku sampai Allah dan Rasul-Nya memutuskan hukum tentang peristiwa yang menimpa kita.”

Kemudian Khaulah keluar menemui Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk meminta fatwa dan berdialog tentang peristiwa tersebut. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kami belum pernah mendapatkan perintah berkenaan dengan urusanmu tersebut… aku tidak melihat melainkan engkau sudah haram baginya.” Sesudah itu Khaulah senantiasa mengangkat kedua tangannya ke langit sedangkan di hatinya tersimpan kesedihan dan kesusahan. Beliau berdo’a, “Ya Allah sesungguhnya aku mengadu tentang peristiwa yang menimpa diriku.” Tiada henti-hentinya wanita ini ini berdo’a hingga suatu ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pingsan sebagaimana biasanya beliau pingsan tatkala menerima wahyu. Kemudian setelah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sadar, beliau bersabda, “Wahai Khaulah, sungguh Allah telah menurunkan ayat Al-Qur’an tentang dirimu dan suamimu.” kemudian beliau membaca firman Allah yang artinya, “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya, dan mengadukan (halnya) kepada Allah. Dan Allah mendengar soal jawab antara kamu berdua. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat…..” sampai firman Allah: “Dan bagi orang-orang kafir ada siksaan yang pedih.” (QS. Al-Mujadalah:1-4)

Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan kepada Khaulah tentang kafarah dhihaar, yaitu memerdekakan budak, jika tidak mampu memerdekakan budak maka berpuasa dua bulan berturut-turut atau jika masih tidak mampu berpuasa maka memberi makan sebanyak enam puluh orang miskin.

Inilah wanita mukminah yang dididik oleh islam, wanita yang telah menghentikan khalifah Umar bin Khaththab saat berjalan untuk memberikan wejangan dan nasehat kepadanya. Dalam sebuah riwayat, Umar berkata, “Demi Allah seandainya beliau tidak menyudahi nasehatnya kepadaku hingga malam hari maka aku tidak akan menyudahinya sehingga beliau selesaikan apa yang dia kehendaki, kecuali jika telah datang waktu shalat maka saya akan mengerjakan shalat kemudian kembali untuk mendengarkannya hingga selesai keperluannya.”

Alangkah bagusnya akhlaq Khaulah, beliau berdiri di hadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berdialog untuk meminta fatwa, adapun istighatsah dan mengadu tidak ditujukan melainkan hanya kepada Allah Ta’ala. Beliau berdo’a tak henti-hentinya dengan penuh harap, penuh dengan kesedihan dan kesusahan serta penyesalan yang mendalam. Sehingga do’anya didengar Allah dari langit ketujuh.

Allah berfirman yang artinya, “Berdo’alah kepada-Ku, niscaya akan Ku-perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari beribadah (berdo’a) kepada–Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS. Al-Mu’min: 60)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda yang artinya, “Sesungguhnya Rabb kalian Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi itu Maha Malu lagi Maha Mulia, Dia malu terhadap hamba-Nya jika hamba-Nya mengangkat kedua tangannya kepada-Nya untuk mengembalikan keduanya dalam keadaan kosong (tidak dikabulkan).” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Hikmah

Tidak setiap do’a langsung dikabulkan oleh Allah. Ada faktor-faktor yang menyebabkan do’a dikabulkan serta adab-adab dalam berdo’a, diantaranya:
  1. Ikhlas karena Allah semata adalah syarat yang paling utama dan pertama, sebagaimana firman Allah yang artinya, “Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ibadah kepada-Nya, meskipun orang-orang kafir tidak menyukai(nya).” (QS. Al-Mu’min: 14)
  2. Mengawali do’a dengan pujian dan sanjungan kepada Allah, diikuti dengan bacaan shalawat atas Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan diakhiri dengan shalawat lalu tahmid.
  3. Bersungguh-sungguh dalam memanjatkan do’a serta yakin akan dikabulkan. Sebagaimana yang dilakukan oleh Khaulah binti Tsa’labah radhiyallahu ‘anha.
  4. Mendesak dengan penuh kerendahan dalam berdo’a, tidak terburu-buru serta khusyu’ dalam berdo’a.
  5. Tidak boleh berdo’a dan memohon sesuatu kecuali hanya kepada Allah semata.
  6. Serta hal-hal lain yang sesuai tuntunan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Selain hal-hal di atas, agar do’a kita terkabul maka hendaknya kita perhatikan waktu, keadaan, dan tempat ketika kita berdo’a. Disyari’atkan untuk berdo’a pada waktu, keadaan dan tempat yang mustajab untuk berdo’a. Ketiga hal tersebut merupakan faktor yang penting bagi terkabulnya do’a. Diantara waktu-waktu yang mustajab tersebut adalah:
  1. Malam Lailatul qadar.
  2. Pertengahan malam terakhir, ketika tinggal sepertiga malam yang akhir.
  3. Akhir setiap shalat wajib sebelum salam.
  4. Waktu di antara adzan dan iqomah.
  5. Pada saat turun hujan.
  6. Serta waktu, keadaan, dan tempat lainnya yang telah diberitakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Semoga Allah memberikan kita taufiq agar kita semakin bersemangat dan memperbanyak do’a kepada Allah atas segala hajat dan masalah kita. Saudariku, jangan sekali pun kita berdo’a kepada selain-Nya karena tiada Dzat yang berhak untuk diibadahi selain Allah Subhanahu wa Ta’ala dan janganlah kita berputus asa ketika do’a kita belum dikabulkan oleh Allah. Wallahu Ta’ala a’lam.

Maraji’:
  1. Wanita-wanita Teladan di Masa Rasulullah (Pustaka At-Tibyan)
  2. Do’a dan Wirid (Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawaz – Pustaka Imam Syafi’i)
***
Artikel www.muslimah.or.id

 05/10/2013 @ Kebun Raya Bogor Taman Anggrek


Hikmah di Balik Lagu



Jangan Jatuh Cinta


Disini pernah ada rasa simpati
Disini pernah ada rasa mengagumi, rasa ingin memilikimu, memasukanmu ke dalam hati ini jadi penghuni
Mencoba berlindung di balik fitrahnya hati
Untuk mencari pembenaran diri
Namun ternyata semua hanya mainan nafsu untuk memburu cinta yang semu
Aku tertipu.....
Tuhanku berikanku cinta yang KAU titipkan bukan cinta yang pernah ku tanam
Aku ingin rasa cinta ini masih menjadi cinta perawan
Cinta yang hanya aku berikan saat ijab kabul telah tertunaikan
Tuhanku berikanku cinta yang KAU titipkan bukan yang pernah ku tanam pada seseorang...

08/06/2014 @ Kamar kosan Mba Kiki, Bogor.

Senin, 02 Januari 2017

TAKLIM TARBAWI

Pemateri: Ust. Amiruddin Rahim
Ahad, 1/1/2017 @ Masjid Hikmah

 TAKWA

Kitab  Minhajul 'Abidin membahas mengenai tentang TAKWA. Makna takwa yang dikandung dalam kitab tersebut bermakna:
  • berhati-hati dalam menjalani kehidupan
  • "bertakwalah dimanapun kita berada"
  • Dalam sebuah kisah ketika Ali bin Abi Thalib yang saat itu menjabat sebagai khalifah dan di dalam pertemuan itu materi dibawakan oleh Abu Sufyan. Lalu Ali bin Thalib bertanya pada Abu Sufyan, yaitu  "Apakah takwa itu?". Kemudian Abu Sufyan menjawab: sesungguhnya yang bertanya lebih tahu daripada yang ditanya. Tetapi Ali bin Thalib kembali menjawab bahwa "memang benar saya tahu mengenai itu namun saya ingin agar pemahamanku lebih dalam tentang takwa". Abu Sufyan pun menjelaskan bahwa" takwa itu ibarat berjalan di antara duri-duri yang dengannya sehingga kita akan berhati-hati agar tidak menginjak atau terkena duri itu". Seperti inilah makna takwa. Dari kisah ini kita pun dapat mengambil pelajaran bahwa walaupun seorang Ali bin Abi Thalib menjabat sebagai pemimpin atau khalifah ketika itu namun tidak lantas membuat beliau sombong untuk tidak belajar dari seorang Abu Sufyan. Abu Sufyan memiliki kecerdasan yang luar biasa, bahkan dapat dikatakan bahwa kecerdasan beliau dapat mengalahkan kecerdasan seorang Ali bin Abi Thalib. Yang mana sama-sama kita ketahui bahwa Ali bin Abi Thalib merupakan seorang sahabat Rasulullah yang terkenal dengan kecerdasan beliau.
  • Jadikan  takwa sebagai kulit bukan sebagai pakaian karena kulit itu akan selalu berada dimana pun kita berada. Kalau pakaian akan berbeda tergantung tempat kita berada misalnya ketika kita berada di ruang tamu berbeda bajunya ketika masuk wc dan ketika akan tidur.
  • Jika kita sudah terlanjur melakukan pelanggaran maka ikutilah perbuatan buruk tersebut dengan perbuatan baik sehingga dengan begitu perbuatan buruk dapat terhapuskan oleh perbuatan baik.
Ada beberapa kelompok manusia yang berkaitan dengan ilmu dan harta yaitu:
  1. Tidak ada harta, ilmu pun tiada. Ketika orang ini melihat orang kaya maka ia pun menjadi berangan-angan bahwa ketika ia menjadi kaya maka ia akan melakukan hal yang sama seperti orang kaya tersebut. Akan tetapi, kenyataannya ia adalah orang miskin dan tidak memiliki ilmu.
  2. Tidak ada harta namun memiliki ilmu.  Ketika orang ini melihat orang kaya maka ia mulai berangan-angan bahwa ketika ia menjadi kaya maka ia akan melakukan hal yang lebih baik dibanding orang kaya tersebut.
Hikmahnya adalah JANGANLAH MENJADI UMAT YANG PANJANG ANGAN-ANGAN APATAH LAGI MEMILIKI ANGAN-ANGAN  YANG BURUK.

Hati-hati sebagai makna takwa artinya adalah:
  • Hati-hati dalam memilih teman. 
"Bertakwa kepada Allah dan bersamalah dengan orang-orang baik dan jujur". (Q.S Az-Zuhruf)
- Teman setia akan menjadi musuh di akhirat kelak jika tidak dilandasi takwa, namun jika teman setia berlandaskan takwa maka dialah yang akan menjadi teman yang paling baik bahkan hingga membawa kita masuk ke dalam jannahNYA. Seekor anjing yang berteman dengan manusia dalam surah Al Kahfi pun bisa menjadi penghuni surga karena majikannya adalah orang yang sholeh, apatah lagi kita sebagai manusia yang memiliki peluang besar untuk berteman dengan orang-orang baik.
- Tidak boleh bertawadhu di depan orang sombong, tetapi bersikap lebihlah pada orang sombong tersebut agar dapat dikalahkan atau ditaklukan.
- Disinilah kita belajar bahwa betapa pentinga memiliki teman dengan kategori Grade 1. Karena dengan teman seperti ini maka akan selalu mengingatkan kita untuk dekat kepadaNYA.
- Menghindari majelis-majelis yang melalaikan seperti kelompok menggosip, balas-balasan chatingan yang tidak bermanfaat dan masih banyak lainnya.
"Memilih teman yang bisa saling mengingatkan dalam kebaikan dan kebenaran".
"Memilih teman yang mau menerima tetapi ia tak mampu mengajak pada ketakwaan. Teman seperti ini dapat menjadi objek dakwah kita".
"Teman yang menyebabkan kerusakan. Teman yang membuat kita menjadi jauh dengan Allah, teman yang membuat kita menjadi telat sholat karena sibuk bercerita dengannya, teman yang tidak membawa kemanfaatan bagi kita, hanyalah membawa kerugian semata. Kategori teman seperti inilah yang patut untuk dihindari".
Oleh karena itu, ketika kita ingin mengetahui bagaimana sebenarnya seseorang maka bisa dilihat dari dengan siapa ia berteman.
  • Berhati-hati dalam meninggalkan sunnah Rasul walaupun itu bukan kewajiban
 Sebagai tanda kecintaan kita kepada Rasulullah SAW yakni dengan melaksanakan ibadah-ibadah sunnah. Sunnah Rasulullah adalah pilihan-pilihan bagi orang-orang yang memahami hakekat sunnah untuk dilaksanakan.
Jika tak sanggup untuk melaksanakan sunnah yang banyak maka pilihlah ibadah sunnah unggulan dimana ibadah ini yang paling cocok dengan kondisi kita, misalnya: sholat qiyamul Lail, mengaji di akhir malam, selalu memberi salam dan sebagainya.
Ada suatu kisah, seorang sahabat Rasulullah suka sekali pergi ke pasar. Namun kepergiannya ke pasar bukan untuk belanja. Tetapi untuk memberi salam. Jadi tiap kali beliau bertemu orang mulai dari pintu masuk maka beliau akan memberi salam hingga beliau keluar dari pasar.
  • Berhati-hati dalam mengonsumsi 
- Makan dan minumlah tetapi jangan berlebihan
- Waktu, tenaga dan pikiran yang digunakan tidak secara berlebihan
- Hendaknya setiap orang memperhatikan pada apa yang dimakan dengan memastikan halal dan haram serta menjauhi hal-hal subhat.
- Semua nikmat yang diberikan olehNYA maka akan dimintai pertanggungjawaban di hadapanNYA.
  • Berhati-hati dalam menilai orang lain
- Wahai orang yang beriman, jauhilah prasangka-prasangka buruk kepada orang lain karena sesungguhnya prasangka itu tidak membawa kebenaran.
- Pada Allah maka kita harus berprasangka baik.
- Pada orang beriman maka kita harus berprasangka baik pula
- Pada diri sendiri harus berburuk sangka (su'udzan) karena dengan begitu akan timbu kekhawatiran dalam diri sehingga merasa tidak cukup atas amalan-amalan baik yang dilakukan dan akan menyebabkan kebaikan-kebaikan itu akan terus tumbuh.
- Pada orang kafir harus su'udzan sebelum membuktikan dia itu orang baik atau tidak.
  • Berhati-hati dalam mendapatkan keberuntungan
- Seseorang itu memiliki kecenderungan baik ketika susah
- Terjebak menjadi orang sukses dan beruntung tidak lantas membuat kita terlena dan lupa diri.


Foto ini diambil tanggal 1/1/2017


Minggu, 01 Januari 2017

Temu Tokoh

Pemateri: Ibu Yeni Rahman (Aleg DPRD Kota Makassar)
Rabu, 28 Desember 2016 @ Masjid Ar Rasul
 
Peran Perempuan dalam Parlemen Pemerintah

  • Perempuan memiliki pengaruh yang besar karena perempuan itu dapat mempengaruhi banyak orang terutama anak dan suaminya.
  • Perempuan harus maju di parlemen karena dengan begitu akan ada yang mewakili perempuan. Sebab yang mengerti perempuan ya perempuan itu sendiri.
  • Motivasi dari sang suami kepada beliau ketika maju sebagai perwakilan fraksi PKS adalah "kalau anda tidak menjadi ALEG maka tiada yang akan mewakili dapil tempat ini". Lantas dibalas oleh beliau atas pernyataan tersebut, bagaimana dengan rezeki keluarga kita? Lalu sang suami menjawab kembali: "Rezeki itu Allah yang atur jadi tiada yang perlu dikhawatirkan".
  • Salah satu keuntungan anggota parlemen adalah kita memiliki persentase walau itu kecil sekitar 10% dari 100% untuk mendapat pelayanan lebih diluar jalur normal sehingga pelayanan akan lebih cepat dari biasanya. Walaupun tetap kecil tetapi dapat dimanfaatkan dengan baik terutama ditujukan bagi keluarga, tetangga, struktur partai dan sebagainya. Tak hanya itu, banyak hal lain misalnya dalam BPKK, KESRA yang dapat berkesinambungan dengan program pemerintah karena kita sudah memiliki link dan mengandalkan status dan kuasa kita sebagai anggota legislatif.
  • Hal yang perlu diperhatikan lainnya adalah ketika kader itu berasal dari eksternal, dengan kelemahan adalah orang eksternal cenderung takut dengan struktur. Oleh karena itu, dari struktur mesti memiliki aturan pada eksternal, selalu dekat dengan eksternal, dan sedikit memberi pressure agar tetap ada dalam keterlibatan partai. Selain itu, komunikasi antara struktur dan eksternal harus tetap lancar.
ALLAH AKAN MEMBERIKAN REZEKI YANG BANYAK JIKA KITA YAKIN ATAS REZEKI-NYA    

Strategi dalam langkah menguatkan eksistensi kita dalam dakwah di masyarakat adalah sebagai berikut:
  1. Punya tim inti. Tim inti ini dapat beranggotakan orang-orang yang memang dekat dengan kita dan memiliki pemikiran, visi dan misi yang sama, terutama orang yang paling bisa dipercaya dan amanah,
  2. Dukungan dari keluarga. Meyakinkan keluarga bahwa kita layak menjadi Anggota Legislatif (ALEG), sehingga didukung bahkan dimotivasi oleh keluarga. Bahkan ketika kita kekurangan dana maka keluarga dapat menopang kita dengan bahasa cerdas dari beliau: "kalau saya menang dalam pemilihan aleg ini maka uangnya akan saya ganti. Namun, ketika saya kalah maka tiada yang diganti alias diputihkan". Keluarga beliau sempat terkejut namun ternyata dengan kasih sayang mereka maka keluarga beliau bersedia untuk membantu.
  3. Mendirikan basis. Basis ini tak perlu selektif mesti memilih ini, harus begini dan harus begitu. Tetapi, basis ini boleh dari golongan apa saja, baik golongan hitam apalagi golongan putih.
  4. Jangan pernah memperlihatkan adanya pilih kasih atau mengistimewakan salah satu tim atau basis. Bertindaklah adil dan solidkan tim-tim tersebut. Dengan melihat cara kerja kedua basis yang berbeda maka tiada yang saling mencampuri sehingga jalan masing-masing namun tetap dikoordinasi oleh kita.
  5. Punya keunggulan berupa kapasitas yang mantap dan nilai jual yang besar. Terutama bagi ALEG perempuan yang dimana ALEG-ALEG itu didominasi oleh laki-laki, maka tentu saja ALEG perempuan disini bukanlah orang yang sembarang tapi patut untuk diperhitungkan.
  6. Punya agenda atau jadwal yang jelas dalam kunjungan-kunjungan karena dengan begitu kita termotivasi dan memiliki manajemen serta memudahkan sosialisasi. 
  7. Mengatur strategi di hari pemilihan. Hari pemilihan inilah yang rawan dengan permainan "serangan fajar", waktu yang bisa dimanfaatkan sebelum pemilih masuk ke tempat pemilihan. Oleh karena itu, saksi yang ditunjuk merupakan saksi yang dapat dipercaya dan kuat. Saksi disini dapat berasal dari kader. Karena umumnya kader dapat diketahui asal usulnya dan insya Allah AMANAH.
  8. Punya orang dalam yang amanah di Komisi Pemilihan Umum (KPU). Di KPU pun masih bisa ada permainan dan rawan sehingga dengan adanya orang dalam maka dapat dijaga dengan baik.  
Agar dapat diperhitungkan sebagai ALEG maka mesti:
MEMPERLIHATKAN KINERJA YANG MAKSIMAL.

Jangan pernah ada dalam hati bahwa partai ini besar karena keberadaan kita di dalamnya tetapi dengan memperlihatkan kinerja. Selain itu, mempersiapkan diri atas sesuatu hal yang tidak sesuai dengan keinginan karena akan ada yang lebih besar yang baik untuk kita. Apalagi semua yang dilakukan karena ikhlas kepada ALLAH.
Apa yang kita lakukan sebagai wakil parlemen adalah 
UNTUK DAKWAH SEBAGAI BUKTI KECINTAAN KITA KEPADA DAKWAH.   


Kader akhwat yang Subhanallah tangguhnya.

Kamis, 29 Desember 2016

"FAMILY EXPO & HARI IBU"

By Ust. Mujetaba
*PERAN IBU DARI KACAMATA ISLAM*

- Tekanan psikis seorang Ibu yang hamil lebih besar daripada tekanan fisik
- Berilah 3 bekal kepada anak perempuan yaitu bekal melindungi, bekal mencukupi, dan bekal kasih sayang.
*Bekal melindungi: perlindungan yang lebih kuat yang harus diberikan kepada seorang anak terutama perempuan adalah PERLINDUNGAN SPIRITUAL.
*Bekal mencukupi: tidak identik dengan memenuhi semua apa yang diinginkan. Belajar dari kisah Fatimah binti Muhammad yaitu ketika Fatimah pergi menemui Rasulullah dan mengeluh karena beratnya pekerjaan rumah tangga beliau bersama Ali bin Abi Thalib sehingga beliau meminta budak kepada Rasulullah. Namun Rasulullah bukanlah mencukupi Fatima dengan memberikan budak namun dengan nasehat bahwa sedikit bersabarlah sehingga nantinya akan muncul kekuatan dan kemampuan dalam merasa cukup atas apa yang ada. Dengan nasehat dari Rasulullah sehingga bagaimana kondisi rumah tangga Fatima & Ali dengan segala kekurangan atau keterbatasan sehingga Fatima tetap merasa cukup.
*Bekal menyayangi: Kasih sayang terbaik dari Ibu kepada anaknya adalah CINTA. Dengan cinta ini sehingga anak mampu memberikan kebaikan-kebaikan cinta kepada orang lain.

Akhir dari materi Ust. Mujetaba:
Pesan kepada suami/anak laki2: bagaimana bisa wanita yang berada di sampingmu lebih kau perhatikan atau lebih kau cintai dibanding Ibumu. Wanita yang ada di sampingmu itu datang padamu ketika kamu sudah bisa menyisir rambutmu sendiri. Bisa berdiri gagah di depan wanita tersebut. Namun Ibumulah yang mengajarkanmu segala hal, bahkan Ibumulah yang mengajarkanmu memakai celan* da*l*m.
Pesan kepada istri/anak perempuan: jangan kau renggut hak Ibu mertuamu. Jangan hanya karena tiap bulannya ia memberikan uang bulanan kepada Ibunya lantas kau marah. Kau tidak memberikan ruang yang cukup kepada Ibu dari suamimu

Bu SRI LESTARI
*PERAN IBU DI ERA DIGITALISASI*

- Jadilah sebagai sahabat bagi anak karena pada sahabatlah seorang anak itu akan berbagi segala keluhan dan cerita.
- Jika anak melakukan kesalahan maka carilah waktu yang tepat, misalnya: anaknya dimandikan dulu, diberi makan dan kemudian dinasehatin maka insya Allah anak bisa menerima dengan baik.
- Jangan biarkan anak selalu bermain dengan gedget. Carilah cara agar anak tidak selalu bermain dengan gedget. Apalagi sekarang ini anak dapat dengan mudah bisa mengakses situs-situs porno di internet.
. Ketahuilah sebelum menjadi sekarang ini, ada tangan lemah dan lembut yang mengajarkannya sehingga bisa menjadi gagah seperti sekarang ini.



Ahad, 25/12/2016 @ Gedung Pariwisata Barua Sapta Pesona. Diamanahkan sebagai panitia Lomba Tumpeng. Maaf ya Ibu-ibu atas kinerjaku yang serba kekurangan.

Kamis, 22/12/2016. Sebelum family expo dan hari Ibu, jalan-jalan ke Toronipa dulu untuk outbon bersama anak SMA Kartika Kendari


   Terima kasih bapak SALAM.


Inilah panitia Outbon yang kece-kece badaiii...







Kamis, 17 November 2016

Materi Munakahat: AYO BURUAN TAKWA (TA'aruf Khitbah WAlimah)

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah setelah sekian lama vakum nulis akhirnya bisa kembali nulis di blogku lagi. Kali ini kuingin berbagi ilmu mengenai "munakahat" atau bahasa Indonesianya "pernikahan". Kuingin mengabadikan catatan pentingku ini disini agar tak kesulitan dalam mencari-cari entah dimana berada yang sungguh akan ditelan oleh waktu alias buku-buku lainnya.

Nah, kali ini perkenankan ya saya menjelaskan lebih rinci ya.

Pemateri: Ust. Prof. Ahmad, MS.; pada 25 November 2013 @ masjid Al Huriyah IPB Bogor

Sebagaimana diterangkan dalam surah An Nur: 32 yang berisi perintah menikah. Nikah adalah Ibadah.


وَأَنْكِحُوا الْأَيَامَىٰ مِنْكُمْ وَالصَّالِحِينَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَإِمَائِكُمْ ۚ إِنْ يَكُونُوا فُقَرَاءَ يُغْنِهِمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ ۗ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

"Dan kawinkanah orang-orang yang sendirian diantara kamu, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang lelaki dan hamba-hamba sahayamu yang perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan kurnia-Nya. Dan Allah Maha luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui" (surah An Nur: 32). 

Dalam riwayat lain dijelaskan bahwa:
"Orang yang paling buruk diantara kamu adalam pembujang dan orang yang meninggal terburuk diantara kamu adalah seorang bujang" (HR. At-Thabrani).

Perjanjian yang sangat kuat (mitsaqon ghalizah) terdiri dari dua hal yaitu:
1. Perjanjian dakwah kita kepada Allah.
2. Perjanjian akad nikah.

Apakah kita sering mendengar kata "mampu" dalam pernikahan?
Tahukah apa makna kata "mampu" dalam pernikahan?
MAMPU? Mampu memahami dalam Islam untuk bertanggungjawab dalam berkeluarga.

Ada 3 kewajiban istri, 3 kewajiban suami, 3 kewajiban bersama dan 3 ukuran keberhasilan.
  • Kewajiban suami
  1. menjadikan dirinya dan keluarganya terhindar dari siksa api neraka (QS. Ath-Tahrim: 6)
  2. berkewajiban memberikan nafkah kepada keluarganya yang halal dan toyib. Prinsipnya adalah ada etos kerja dan akhlak kerja. Sebaik-baik mahar adalah yang berupa barang dan memberikan manfaat kepada keluarga
  3. perlakukan istri dengan perlakuan yang baik
  • Kewajiban istri
  1. taat kepada suami di jalan Allah
  2. menjaga dirinya, terlebih lagi ketika suaminya tiada.
  3. merespon treatment dari suami yang baik dengan sebaik-baiknya. Subur dalam 2 hal yaitu subur saat ditanami kebaikan dan subur dalam melahirkan anak.
  • Kewajiban bersama (sehebat-hebatnya istri/suami pasti mereka adalah manusia, memiliki kelemahan)
  1. bersama-sama membentuk keluarga yang sakinah, mawadda dan warahmah.
  2. bekerja sama dalam rangka melahirkan dan membina anak-anak yang sholeh/sholehah.
  3. merakit bersama istri, suami dan anak untuk berdakwah di jalan Allah untuk membina ummat.
  • Ukuran keberhasilan  
  1. iman, akidah dan tauhidnya meningkat
  2. ibadahnya semakin meningkat
  3. sukses dalam dakwah, dakwah meningkat. 
 Tahapan: Ta'aruf, Khitbah, Akad

1. Ta'aruf
Ta'aruf dalam berkeluarga itu adalah seumur hidup. Inntinya:
  1. Mengenal kriteria
  2. Mengenal tanggungjawab (berdasarkan atas kewajiban istri, kewajiban suami, kewajiban bersama) Pilihlah wanita karena harta, keturunan, kecantikan dan agamanya. Barangsiapa memilih bukan karena agama maka binasalah.
  3. Mengenal fisik: berdasarkan pada hal yang boleh dilihat ketika sudah ada ketetapan untuk memilih.
Ikhwan yang baik maka tidak akan memaksa-maksa tetapi justru ia akan memberi waktu untuk mengenal.
 
2. Khitbah : pernyataan khusus untuk melamar dengan mengatakannya pada orang tua atau wali si wanita.
 
Jika sudah dikhitbah atau mengkhitbah maka berlaku 2 hal atau perlu menjaga 2 hal yakni tidak boleh mencari alternatif lain (setelah melamar lalu menunggu jawaban dari wanita tersebut) dan harus menjaga komunikasi. Jika selama khitbah dan ternyata si ikhwan tidak baik maka ikhwan dan akhwat memiliki power yang sama untuk memutuskan khitbah.


jum'at, 18 Nov 2016. Tak jadi olahraga malah jadi olahgaya di jurusan. Hihihi...

 pakaian nikah impian. Subhanallah cantik sangat gaunnya.

Kamis, 06 Oktober 2016

BERPRASANGKA

Untuk kedua kalinya hujan di bulan Oktober. Alhamdulillah bisa menikmati betapa anugerah yang terindah yang turun dari langit dan membasahi permukaan tanah dan mengurangi kehausan tanaman dan tumbuhan yang membutuhkan. Sungguh fenomena alam yang luar biasa yang Allah berikan kepada makhlukNya yang membutuhkan. Apakah manusia akan bersyukur? Ya semoga saya termasuk ke dalam kelompok orang-orang yang bersyukur kepada Allah. Aamiin ya Allah.

Dengan ditemani udara dingin setelah dibasahi hujan bahkan masih rintik-rintik, kududuk sendiri disini menuliskan sesuatu yang menghiasi pikiranku ke dalam blog ini. Untuk mendukung perasaanku maka kuputarkan lagu-lagu sendu. Ya mungkin bisa membangkitkan semangat menulis. Setelah kurasa persiapanku cukup maka mulailah kumenulis.

Walaupun saya bingung memulai dari mana tapi ketika kita tuangkan saja maka akan mengalir dengan sendirinya.

Setelah sekian lama tidak ketemu dengan seseorang itu maka kami dipertemukan kembali olehNYA di almamater tercinta Kampus Hijau Tridharma. Kami berada pada status yang sama yaitu sama-sama abdi negara. Sejak berada pada tempat kerja yang sama maka secara otomatis kami akan sering bertemu.
Kudulunya akan malu-malu ketika bertemu karena Dia senior dan saya junior namun tidak tuk saat ini. Ya mungkin karena saya sudah berubah. Saya bukan seorang Rahmah yang pemalu dan pendiam. Kusadari bahwa telah banyak perubahan pada diriku. Sekarang sudah lebih rame dan periang. Alhamdulillah. Kumerasa lebih nyaman dengan sikapku yang sekarang. Bahkan dengan sikap tersebut kudapat menutupi perasaan sedihku dan tidak menumpahkan kesedihanku pada orang lain. Orang di luar sana cukup meminum madunya saja.

Kupernah dengar bahwa ada sesuatu antara kami. Ya Dia denganku, bukan saya dengan Dia. Dia yang punya urusan. Saya biasa saja dulunya.
Mungkin karena berpikir tentang masa lalu itu sehingga membuatku berprasangka atas perhatian yang diberikannya. Emang ya kalau cewek itu. Jika ada orang yang beri perhatian maka bilangnya  orang itu ada "rasa". Jika tak diberi perhatian maka bilangnya orang itu jahat. Sungguh aneh. Tapi mau gimana lagi. Maka butuh logika untuk merasionalkan antara apa yang dipikirkan dengan apa yang dirasakan.

Setelah kupelajari rupanya perhatian yang diberikan tidak hanya padaku seorang, namun pula pada banyak orang lain. Betapa lugu diriku yang berpikiran macam-macam. Kuyakin bahwa Dia orang yang baik olehnya itu Dia selalu menebar kebaikan pada orang-orang di sekitarnya. Dia merupakan orang yang penuh cinta kasih.

Apakah mungkin apa yang kupikirkan tentang "prasangka itu" hanya sekedar khayalan atau benar-benar kenyataan? Apakah mungkin perasaan yang dulu padaku masih ada atau sudah tidak ada lagi? Ku tak mampu untuk menjawabnya. Karena yang mengetahui jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut hanya Dia dan Yang Maha Mengetahui.

Kumohon dengan sangat pada jantungku ini agar tak berdetak kencang jika berada di dekatnya.
Kumohon dengan sangat agar tidak salah tingkah jika berada di dekatnya.
Kumohon dengan sangat untuk tidak lagi merindukannya.
Kumohon dengan sangat agar lebih bijak dalam menghadapi segala sesuatunya.    



*Perang ini mulai datang lagi. Apakah kudapat memenangi perang ini?

Ya Allah bimbinglah hambaMu ini pada jalanMu yang benar dan lurus. Hiasilah hatiku dan sikapku dengan keimanan dan berilah hamba kecintaan kepada keimanan. Hanya kepada Engkaulah hamba memohon, meminta perlindungan dan keselamatan dunia dan akhirat. Lindungilah orang-orang yang kucintai dimanapun mereka berada. Aamiin Allahumma Aamiin.




Jalan-jalan ke Pantai Napabale Muna sehabis dari nikahan ka Maria & ka Yashar.
Kostumnya masih kostum pesta. Hehe...